Mungkin sejuta kata maaf dan rasa sesal-ku tak-kan mampu menghapus duka lara-mu
Maafkanlah,...
Bukan maksud dan ingin-ku melukai-mu, tapi sadarkah di sini aku-pun terluka
Meski begitu, Ijinkan ku-balut luka-hati-mu dengan s'gala asa-ku yang masih tersisa
Hingga rasa sayang-ku mampu menjadi embun penyejuk jiwa-mu
Dan...
Jika tiba saatnya nanti, putik duka-mu t'lah luruh dari hati-mu
Ijinkan ku-tumbuhkan benih cinta dan kesetiaan
Sebab ku-ingin senyum bahagia terukir indah di bibir-mu senantiasa.
Kasih,...
Di saat sinar redup rembulan sirna, seiring terbitnya mentari pagi
Hati-ku gundah kian terasa, ku-yakin di senja hari nanti 'kan bersua cahaya purnama indah
menerangi hati-ku yang kelam sementara, menanti hati-mu yang tak jua hadir di setiap mimpi-ku
Kasih,....
Saat kau tebar senyum itu pada-ku, tahukah engkau resah dan gundah datang tanpa ku-undang
Ada mimpi yang tak biasa, ada gelisah tak kunjung reda
Ku tak ingin dustai hati dan diri ini, ku ingin kau mengerti bahwa sebuah cinta t'lah hadir di hati ini
Seandainya masih mungkin ada tempat untuk-ku di hati-mu
Kan ku-penuhi dengan cinta dan kasih sayang, kan ku-pupuk dengan kerinduan dan kesetiaan
Agar diri-mu tahu tidak semua hati akan sakiti hati-mu
Kasih,....
Aku tak berjanji cinta-ku setulus langit biru
Aku tak berjanji cinta-ku sedalam laut biru
Aku hanya ingin kau dan aku satu, saling membagi rindu dan cinta
Aku tak berjanji mendaki gunung yang tinggi
Aku tak berjanji karena cinta rela mati
Aku hanya ingin kau dan aku saling mengerti, saling memberi dan mengasihi
Kasih,...
Pada pilar kelembutan-mu, ku-sandarkan cinta dan kasih-ku
Engkau bagaikan mutiara dalam jiwa-ku, engkau adalah lentera hati-ku
Yang slalu menerangi langkah-ku dalam kegelapan
Kasih,...kesetiaan-mu memberi-ku asa, ketulusan-mu menghapus luka-ku
Hanya diri-mu api semangat-ku, hanya diri-mu nafas hidup-ku
Kasih,....
Saat malam mulai datang, terasa mata enggan terpejam
Bayang diri dan wajah-mu terus menggoda, mengusik hati-ku, melambungkan angan dan khayal-ku
Kekasih,....andai esok masih ku-jumpa dengan embun pagi dan hangat mentari yang ku-rasa
Ijinkan ku-tapaki hari bersama-mu selamanya
Kasih,...
Di saat embun pagi tak lagi menyejukkan hati-mu, dan mentari enggan berbagi sinarnya untuk-mu
Tak perlu kau cemas dan kecewa
Pada-ku kau bisa berbagi, tentang resah dan galaunya hati
Agar hilang selaksa duka dan serangkum lara, karena ku-ingin senyum bahagia
Terukir indah di bibir-mu senantiasa.
Kasih,...
Sejuta kata tak mungkin mampu n'tuk melukiskan rasa yang telah ada
Dan hanya terpendam di lubuk jiwa-ku, gundah dan rindu kian menindas dan menyiksa
Ingin ku-lepas belenggu itu, ku-ingin engkau tahu bahwa aku mencintai-mu.
Kasih,...
Di hari bahagia-mu, ku hadir bersama ketulusan hati-ku n'tuk sekedar mengucap:
"Selamat Hari Jadi-mu..."
dengan berpijak di usia yang makin dewasa terdetik harap-ku pada-mu :
s'moga s'makin mantap dalam bersikap, s'makin arif dalam berbuat dan s'makin bijak dalam bertindak
hingga sukses tetap mengiringi setiap langkah-mu
S'lalu....
Kasih,...
Di pagi nan cerah ceria, ku sapa mesra hari ini
Membuka awal kisah kehidupan n'tuk merenda hari esok dan masa depan
Ahhh,...akan-kah mampu ku-rengkuh angan yang tercecer di masa lalu...?
"Selamat Tahun Baru ...."
Harap-ku hanya ada pada-mu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar