07 Mei 2009

Persembahan ku...

"Ku persembahkan buah pikiran ini hanya untuk Saudara Fillah-ku dimana dan kapan-pun dia berada".
  • dia yang bertautan hatinya dalam cinta karena-Nya,
  • dia yang bertemu dalam ketaatan pada-Nya,
  • dia yang bersatu dalam dakwah-Nya,
  • dia yang memadu janji demi syariat-Nya.
Hanya teruntuk "dia" seseorang yang selalu aku sebut namanya dalam setiap do'a-do'a malam-ku.

Sesungguhnya ikatan yang paling tinggi eksistensinya diantara manusia adalah "Ukhuwah Fillah" (Persaudaraan karena-Nya) yaitu jalinan yang awali dari sisi-sisi-Nya dan memilihnya, mengumpulkan dan menyatukan hati mereka tanpa sebab yang timbul dari sisi mereka.
"Pintu iman yang terkuat adalah cinta karena-Nya dan benci karena-Nya"

Seandainya Ukhuwah Fillah ini demikian tinggi derajatnya, maka aku berkeinginan kuat n'tuk membinanya dan berbuat untuk kelangsungannya sampai akhir masa. Saudara Fillah-ku, inilah sumbang pikir-ku tentang persaudaraan kita, semoga Dia memberikan petunjuk kepada kita dan terhindar dari segala yang tidak kita harapkan. Kecintaan-ku pada seseorang yang lebih besar konsistennya dengan perintah- perintah-Nya dari pada seseorang yang bermaksiat. Hal ini bukan karena kita benci karena fisiknya tapi karena sikap dan perbuatannya yang tidak mencerminkan kebaikan.
"Cintailah Dia karena nikmat yang diberikan kepada-mu, dan cintailah aku karena cinta pada-Nya, serta cintailah keluarga-ku karena cinta aku".

Engkau adalah seorang gadis yang paling ku-cinta, sebab kebaikan dan perhatian-mu yang besar pada ku dan agama-Nya. Bagaimana aku tidak mencintaimu setelah itu ?...
Kecintaan-ku pada-mu sebagai bukti keimanan-ku.
Oleh karena itu jangan heran apabila cinta-ku pada-mu melebihi cinta-ku pada keluarga-ku, selagi mereka belum mencapai apa yang telah kamu raih.

Saudara Fillah-ku, Sungguh telah ku-rasakan rasa cinta-ku pada-mu, tak ada rasa yang lebih manis, lebih indah dan lebih sempurna dari padanya. Ku yakin tak seorang-pun mampu melukiskan rasa itu, walaupun ia pujangga yang termasyur.

Berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam Ukhuwah Fillah ini ;

  • Mari kita duduk bersama meningkatkan iman, saling tolong menolong, sehingga akan menjadi nyata ukuran persaudaraan ini.
  • Mari kita saling menghargai waktu sebab ia adalah kehidupan, ia moral manusia yang nantinya akan dihisab di hari akhir nanti.
  • Jika engkau benar-benar menginginkan kebaikan-ku, maka jangan memuji dihadapan-ku, sebab ku-takut pujian tersebut akan membuat-ku takabur.
  • Peliharalah kehormatan-ku sebagaimana aku menjaga-mu, janganlah engkau menggunjing-ku atas nama apa-pun, walupun itu demi kebaikan-ku, bayangkan seakan dirimu adalah aku. Bagaimana perasaan-mu terhadap-ku jika kamu mendengar aku menceritakan keburukan-mu ?
  • Dan janganlah engkau mengambil sesuatu-pun dari-ku tanpa ada kerelaan-ku, sebab aku malu untuk memintanya kembali.
  • Janganlah berprasangka buruk pada-ku, sebab itu dusta, sehingga jangan menghukum-ku atas dasar prasangka tersebut. Segeralah datang pada-ku, sehingga aku dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
  • Saudara-ku, yakinkan dulu perkataan yang akan kamu sampaikan kepada orang lain, janganlah menyapaikan sesuatu hal yang engkau belum yakini kebenarannya. Janganlah jadikan pendengaran-mu sebagai sumber utama memperoleh pengetahuan, akan tetapi nyatakan dan lihatlah sendiri dengan penglihatan-mu.
  • Mungkin suatu saat aku berbeda pendapat dengan-mu, maka janganlah sampai membuat-mu menjauh dari-ku, sebab dalam batas tertentu itu bukanlah cela, tetapi realita hidup akibat perbedaan watak, tabiat dan cara berfikir kita. Dan ingatlah aku adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, jika aku berbuat salah pada-mu jangan berpaling dariku.
  • Tak perlu kita kecewa apabila mendapatkan kritik dari orang lain, hendaknya kita berlapang dada dan menerimanya selagi itu untuk kebaikan kita.
  • Jika kita mengajak baik dan melarang kemungkaran pada orang lain, maka kita harus memulainya dari diri kita sendiri.
  • Fanatiklah dalam kebaikan, akan tetapi jangan fanatik pada seseorang meskipun ia adalah orang yang paling dekat dengan-mu.
  • Hendaknya kita mengukur dan menimbang sesuatu atas dasar kebenaran dan bukan atas dasar seseorang.
  • Apabila engkau berbuat baik pada-ku janganlah engkau sebut-sebut kebaikan itu padaku, sehingga hatiku terluka karenanya, biasakan memberi tanpa meminta balasan. Persaudaraan adalah hutang, bukanlah harta hasil rampasan.
  • Selalu-lah menganggap besar pemberian orang lain dan menganggap kecil pemberian-mu.
  • Mungkin rumah kita saling berjauhan, maka janganlah itu menjadi penghalang bagi persaudaraan kita.
  • Janganlah membuat janji pada-ku tetapi engkau mengingkarinya, bayangkan jika aku berbuat begitu pada-mu.
  • Mungkin diriku mengalami cobaan, maka jangan menjauh dan membiarkan-ku meskipun kamu termasuk orang yang lebih menderita, sehingga duka-ku tak kian bertambah. Temanilah aku dalam kegembiraan dan kesusahan, jangan membiarkan-ku dalam kedukaan, segeralah melihat-ku sehingga kegembiraan-ku tak-kan padam saat suka ria dan kesedihan-ku tak bertambah ketika duka cita.
  • Berbuatlah untuk mempererat tali persaudaraan di antara kita, dan bersama-sama menambah rasa cinta kita pada saat terdapat masalah apapun, sesungguhnya cinta akan mampu menghadapinya.
  • Saudara Fillah-ku, Ingatkan aku jika aku sedang lupa, Ingatkan diri-ku akan mati, Ingatkan aku akan hakikat dunia, Ingatkan aku akan ibadah, Ingatkan aku jika kamu melihat aku melupakannya.
Jangan lupa pada-ku di saat tenggelamnya matahari, ingatlah aku dalam do'a-mu, semoga Dia mengumpulkan hati kita. (amien...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar